Belum Fit 100%, Rossi Optimistis Rebut Podium di Catalunya

Belum Fit 100%, Rossi Optimistis Rebut Podium di Catalunya
Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Foto/Motosport
A+ A-

BARCELONA – Valentino Rossi belum benar-benar pulih dari cederanya. Jelang lakoni balapan di Sirkuit Catalunya, Minggu (11/6/2017) mendatang, Rossi mengaku masih kurang istirahat.

Pembalap Movistar Yamaha ini mendapat cedera saat bermain motocross beberapa hari lalu. Akibat kecelakaan itu, ia menderita sakit di bagian perut serta dadanya. Meski sudah menjalani proses pemulihan, namun Rossi belum sepenuhnya fit dan itu cukup mengganggu penampilannya di GP Italia, akhir pekan lalu.

Tampil di tanah kelahirannya, Rossi hanya mampu finis di posisi empat. Dirinya mengaku kehabisan tenaga sehingga tak bisa mengejar tiga pembalap terdepan yang sukses meraih podium. (Baca juga: Rossi: Saya Kehabisan Energi dan Tak Mampu Menyerang Petrucci)

Kini masalah serupa dialami Rossi jelang GP Catalunya. Meski demikian, ia enggan pesimistis menatap seri ketujuh MotoGP musim ini.

“Setelah balapan di Mugello, saya ingin istirahat selama satu pekan sebab itu merupakan cara terbaik untuk pulih. Yang penting saya puas dengan penampilan sejauh ini. Motor kami melaju positif dan di Barcelona saya harap bisa menjadi lebih baik lagi,” ucapnya yang dikutip dari Crash. (Baca juga: Sudah Setahun Tak Juara Seri, Rossi Berharap Tuah MotoGP Catalunya)

“Saya menikmati balapan di Barcelona meski kondisi aspalnya buruk dan tingkat gripnya sangat rendah. Kami harus berusaha menemukan komposisi yang bagus dan memilih ban terbaik agar bisa bekerja maksimal. Suasana balapan begitu menakjubkan sebab ada banyak penggemar yang sungguh antusias. Jadi saya siap memberikan penampilan terbaik,” ujarnya.

Rossi mengukir prestasi mengagumkan dalam sejarah Sirkuit Catalunya. Ia jadi pembalap yang paling sering menang di lintasan 4,6 Km ini. Dengan modal tersebut, Rossi diprediksi bakal menjadi penantang serius dalam perebutan podium tertinggi. (Baca juga: Sejarah Sirkuit Catalunya: Pembalap Tuan Rumah Tertutup Kesuksesan Rossi)

Advertisements

Srikandi-srikandi Bung Karno

Siapa yang tidak kenal dengan Bung Karno. Beliau adalah salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia, sekaligus presiden pertama Indonesia. Beliau memainkan peranan penting dalam memerdekakan Indonesia dari penjajahan Belanda. Beliau adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

Begitu perfectsionisnya beliau sebagai tokoh yang membawa Indonesia ke-Kemerdekaan. Beliau tetaplah seorang manusia yang memiliki kemauan untuk menikahi lawan jenisnya. Tidak cukup satu, beliau menikahi 3 orang perempuan yakni ibu Fatmawati, Bu Inggit, dan Haryati yang ditempatkannya di Istana Bogor. Namun ketika pemugaran makam beliau pada tanggal 21 Juni 1978 muncul beberapa wanita yang mengklaim bahwa dirinya merupakan istri dari soekarno. berikut beberapa wanita yang mengaku sebagai istri dari bung karno.

  1. Yurike Sanger

Yurike sanger adalah salah seorang siswa yang tergabung dalam barisan pagar betis Bhineka Tunggal Ika. Pada waktu itu ditahun 1961, yurike masih duduk di kelas I SMA, diajak temannya yang bernama Dahlia untuk menjadi barisan Bhineka Tunggal Ika. Itulah yang menjadi awal pertemuan antara Soekarno dengan Yurike.

Yurike sang melati dari kampong Poso Manado tidak sia-sia menjadi barisan tersebut. Dia dapat mengusik jiwa Soekarno, dan menjadikannya jatuh cinta padanya. Bung karno orangnya lembut dan mesra menurut yurike.

Pada tahun 1964 mereka menikah. Pernikahannya pun Cuma dihadiri oleh keluarga. Hal ini dikarenakan bung Karno secara mendadak melamar yurike. Namun dari pernikahan ini, yurike tidak mempunyai ketururnan dari bung Karno dikarenakan dia pernah hamil anak pertama bung Karno namun bayinya berada diluar rahim. Sehingga harus dioperasi dan dia tidak diperbolehkan dokter untuk hamil selama 3tahun.

  1. Kartini Manopo

kartini-manoppo-02.jpg

Awal petemuan antara bung Karno dengan Kartini Manopo di pesawat garuda. Pada tahun 1959, pertemuan antara bung karno dengan kartini manopo kembali terjadi. Saat itu kartini diutus untuk pergi keacara Pasifik Festival di San Fransisco sebagai perwakilan dari Indonesia. Sayangnya bung Karno dan Kartini Manopo tidak enikah secara resmi dikarenakan keluarga dari kartni Manopo merupakan pemegang teguh adat dimana anak perempuannya tidak boleh menjadi istri ke-2/ke-3 dst.

Walaupun secara resmi mereka nikah siri. mereka mempunyai anak yang dinamai Totok Suryawan. Bayi tersebut lahir di Jerman. Pada saat kandungan umur 4 bulan, kartini dibawa ke Jerman oleh Bung Karno untuk melahirkan disana. Jadi kurang lebih setaun kartini dan bayinya hidup disana.

Itulah srikandi bung Karno yang hadir ketika pemugaran makam bung Karno di Blitar.

dikutip dari buku “Bung Karno… Perginya Seorang Kekasih, Suami & Kebanggaanku” yang disusun oleh ERKA diterbitkan aneka ilmu Semarang tahun 1978

Membandingkan saat mobil Presiden Jokowi & Bung Karno mogok

membandingkan-saat-mobil-presiden-jokowi-bung-karno-mogok
Merdeka.com – Mobil Kepresidenan Presiden Joko Widodo mogok saat Presiden tengah melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat. Mobil bermerek Mercedes Benz dengan tipe S600 Guard itu mengalami kendala pada pengaturan gas.

Akibat mogoknya mobil kepresidenan itu, Presiden Joko Widodo saat itu yang didampingi Ibu Negara, Iriana harus pindah ke mobil Toyota Alphard. Mobil Alphard memang sengaja disediakan sebagai mobil cadangan.

Pihak Istana menyebut mobil kepresidenan mogok karena sudah berumur di atas 10 tahun. Sampai saat ini Jokowi enggan mengganti mobil dengan yang baru.

Mogoknya mobil kepresidenan ini akhirnya juga ramai sampai menyeret Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Dia disebut belum mengembalikan mobil dinas kepresidenan. Sejumlah politikus Demokrat pun sempat kesal mogoknya mobil kepresidenan ini sampai membawa-bawa SBY.

SBY akhirnya mengembalikan mobil Kepresidenan yang masih berada di tangannya, Rabu (22/3).

Soal mobil kepresidenan mogok ini bukan pertama kali. Ada kisah unik saat Presiden Soekarno mogok di Cipanas, Bogor.

Kisah ini terjadi tahun 1950an. Saat itu Presiden Soekarno baru menghadiri acara di Istana Bogor. Kendaraan melaju ke arah Cipanas, Bogor.

Saat itu tak ada protokoler atau pengawalan macam-macam. Cuma ada empat orang di mobil kepresidenan. Di depan sebelah sopir, duduk Pringgodigdo, menteri kehakiman saat itu.

Sementara di belakang ada Bung Karno dan di sampingnya Panglima Teritorium III Siliwangi Kolonel Alex Kawilarang.

“Waktu itu mobil presiden sama sekali tidak mendapat pengawalan. Malahan boleh dikatakan bebas saja. Kami berempat dalam mobil,” kata Kolonel Kawilarang dalam biografinya yang ditulis Ramadhan KH.

Di turunan Ciloto, dekat jembatan, mobil presiden tergelincir dan hampir menabrak tanggul. Mobil itu kemudian mogok. Tiga pejabat negara itu keluar dari mobil dan berdiri di pinggir jalan.

“Tak terjadi apa-apa, cuma ganjil saja rasanya jika dikenang sekarang. Waktu itu Presiden kita begitu bebas, sampai-sampai bebas pula kalau mobilnya mengalami mogok seperti itu,” kata Kawilarang.

Cuek saja Bung Karno mengobrol di pinggir jalan. Antara lain yang dibahas soal Holiday on Ice yang baru saja digelar di lapangan Ikada yang saat ini dikenal sebagai lapangan Monas. Bung Karno pun membahas soal pemain Persib Bandung bernama Rukma yang membobol gawang kesebelasan Rusia.

Setelah mobil bisa digunakan, ketiganya naik kembali dan melanjutkan perjalanan. Selesai, begitu saja. Tak ada yang dibesar-besarkan. Untung juga tak ada insiden apa-apa, mengingat kawasan Puncak dan sekitarnya saat itu dikenal sebagai basis pemberontak DI/TII.

Kawilarang mengaku kagum pada Bung Karno dalam banyak hal. Terutama semangatnya menyatukan Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia.

“Setelah Bung Karno meninggal untuknya masih berlaku ungkapan ‘walau bintang sudah tiada, tetapi cahayanya masih tetap gemerlapan,” kata Kawilarang mengutip Ernst Krauss di buku Anna Pavlova.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/membandingkan-saat-mobil-presiden-jokowi-bung-karno-mogok.html

Kader Golkar minta KPK kejar pimpinan dan anggota DPR di kasus e-KTP

Senin, 13 Maret 2017 09:32 WIB | 650 Views
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Kader Golkar minta KPK kejar pimpinan dan anggota DPR di kasus e-KTP
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Jabodetabek dan Banten menggelar aksi di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/3/2017). Dalam aksinya BEM mendukung KPK untuk mengusut tuntas kasus megakorupsi pengadaan e-KTP yang menyeret sejumlah nama besar serta menolak Revisi UU KPK oleh DPR karena dianggap sebagai upaya untuk melemahkan KPK. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta (ANTARA News) – Kader muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta KPK tidak mundur atau surut dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan KTP elektronik yang diduga melibatkan nama-nama besar.

“Saya kira KPK tidak perlu mundur dan surut, terhadap bantahan yang dilakukan oleh para pimpinan dan anggota DPR yang disebut-sebut namanya di dalam dakwaan yang dibacakan JPU terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik,” kata Doli Kurnia di Jakarta, Senin.

Doli menekankan KPK yang selama ini diberikan kewenangan yang cukup besar, telah mendapat kepercayaan yang besar dari masyarakat dalam mengungkap kasus korupsi.

Dia menilai hampir tidak adanya oknum yang lolos dari jeratan KPK sejauh ini, menunjukkan bahwa penetapan seseorang yang dinyatakan terlibat di dalam sebuah kasus korupsi telah melalui proses pembuktian yang sangat akurat dan kuat.

Dalam konteks pemberantasan korupsi, KPK sesungguhnya telah mendapatkan dukungan dan tempat di hati masyarakat.

“Justru dengan berhadapan secara terbuka dengan nama-nama besar seperti yang telah disebutkan itu, ini kesempatan bagi KPK untuk naik kelas ke level yang lebih tinggi mendapatkan kepercayaan yang lebih luas lagi dari rakyat,” ujar dia.

Menurut Doli, inilah kesempatan KPK untuk menunjukkan keberadaannya bukan sebagai alat dari kekuasaan dan bebas dari intervensi kekuatan politik.

“Apalagi Presiden Jokowi sudah menyatakan bahwa skandal KTP elektronik ini harus diselesaikan secara tuntas, sekalipun dari nama yang disebut-sebut itu ada juga yang disinyalir sangat dekat dengan Presiden,” kata Doli.

Dia meyakini publik pasti menunggu keberanian dan kemampuan KPK untuk menuntaskan mega skandal korupsi KTP elektronik, termasuk mega skandal lainnya seperti Century dan BLBI.

“Kita semua dukung KPK untuk bekerja independen, transparan, dan profesional demi Indonesia yang bersih dan bebas korupsi,” ujar dia.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

sumber :http://www.antaranews.com/berita/617661/kader-golkar-minta-kpk-kejar-pimpinan-dan-anggota-dpr-di-kasus-e-ktp